Oktober 16, 2008

Lakukan yang terbaik untuk Hidupmu

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kontruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk miliknya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahan itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu“ katanya ”hadiah dari kami”. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri
*************
Rekan-rekan sekalian, dalam kehidupan nyata banyak kita temukan hal senada, misalnya didunia dagang, ada yang menjual daging ayam mati, kenapa mereka menjualnya, karena toh yang makan bukan dia, Bakso yang dicampur daging tikus, hiii.... dengarnya aja sudah bikin mual, lalu kenapa orang tega menjualnya, mungkin jawabanya ya sama... karena toh yang makan bukan mereka, coba tanyakan kepada mereka yang menjual bakso yang dicampur daging tikus apakah mereka juga makan bakso itu? saya rasa jawabanya sudah pasti tidak.
Hal ini mungkin bisa menjadi satu bukti, bahwa tidak ada yang lebih peduli akan kehidupan/masa depan kita selain kita sendiri, atau sebaliknya "kita hanya tertarik pada diri kita sendiri, kita tertarik kalau berbicara prestasi kita, kehebatan kita, masa depan kita, bahkan pendapat kita sangat dipengaruhi oleh kepentingan kita, pengetahuan kita, dan hal-hal lain yang terkait dengan diri kita.
************
Karyawan menginginkan hasil yang terbaik dengan usaha yang minim, demikian juga bos. sehingga muncullah konflik yang pada akhirnya menurunkan kinerja personal maupun lembaga.lalu mata rantai itu berputar terbalik, lembaga tidak untung, sehingga tidak mampu memberikan yang terbaik untuk karyawan terlebih pada pemilik, lalu siapa yang paling dirugikan dalam hal ini? kalau kita tanya ke masing-masing pihak pastilah mereka yang mengaku paling dirugikan, itu artinya semua pihak akan dirugikan, apa penyebab hal ini, jawaban yang pasti adalah karena salah memberi beban nilai pada hak dan kewajiban
************
Apa kewajiban dan hak Karyawan? apa kewajiban dan hak lambaga (Bos)? hal ini tentunya sudah dibicarakan sebelum terjadinya ikatan kontrak kerja, namun secara umum kewajiban karyawan adalah memberikan kinerja yang terbaik, hak karyawan adalah menerima yang terbaik sesuai dengan kapasitasnya. lalu kewajiban lembaga adalah memberikan konpensasi yang terbaik, dan haknya adalah menerima yang terbaik dari karyawan sesuai dengan kapasitas yang diberikan.
Jika sekarang kedua belah pihak melupakan haknya dan sama-sama mengedepankan kewajibannya bukankah semua pihak akan menerima hak secara otomatis.
************
Pada Prakteknya banyak pihak saling menunggu untuk memberikan yang terbaik, lembaga menunggu kinerja terbaik karyawan dan karyawan menunggu konpensasi terbaik dari lembaganya. namun secara statistik kita semua harus sadari, bahwa jumlah lembaga yang tersedia dimuka bumi ini dengan jumlah pencari kerja (karyawan) yang ada, jumlahnya sangat jauh berbeda, jumlah pencari kerja jumlahnya ribuan kali lipat dibanding jumlah lembaga/perusahaan yang ada, dengan demikian tentunya perusahaan/lembaga lebih punya banyak pilihan untuk memilih karyawan yang terbaik.
************
Terlepas dari semua hal diatas, pada hakekatnya kita terlahir ke dunia ini untuk berbuat/ karma, sehingga kita mendapatkan hasil atas perbuatan kita atau atas apa yang kita perbuat (Pala). apapun yang kita lakukan pada dasarnya untuk kita sendiri, untuk kehidupan kita, untuk amalan kita, walaupun sepertinya kita melakukannya untuk orang lain, tapi sebenarnya akan kembali berpulang pada kita. misalnya kita memberi makan seorang anak gelandangan, sepertinya apa yang kita lakukan tadi untuk orang lain, tapi pada dasarnya kita berbuat itu semua untuk diri kita sendiri, untuk membangun citra tentang siapa kita (kita orang baik), kita orang yang pengasih, untuk mendengar ucapan terimakasih yang tulus yang membahagiakan hati kita. dan jika kita percaya pada keberuntungan, keberkatan, kebahagiaan dunia akhirat, surga, maka untuk itulah kita melakukannya.
Demikian halnya dalam dunia kerja, kita melakukan pekerjaan dengan baik, jujur dan berprestasi, kita berpikir kita melakukannya semata-mata hanya untuk menguntungkan perusahaan, sehingga kita MINTA untuk dihargai. Padahal apa yang kita lakukan adalah untuk diri kita sendiri, untuk membangun citra kita dimata lembaga, masyarakat terlebih di mata TUHAN. Perkataan kita, sikap, perbuatan, pola pikir kita akan mencitrakan tentang siapa kita, kita ingin dikenal dengan citra seperti apa. apakah kita ingin dikenal sebagai orang yang menyenangkan, orang yang tulus (tidak itungan), orang yang cerdas, orang yang bisa dipercaya, orang yang bisa diberi tanggungjawab, atau kita ingin dikenal sebagai orang yang tidak performance, sulit diajak kerja sama, keras kepala, berbahaya. semua itu sangat bergantung bagaimana kita mencitrakan diri kita. Hanya orang yang peduli pada nasibnyalah yang akan peduli pada orang lain dan lingkungannya.
*************
Kita semua tentunya pernah menjadi orang yang ikut menentukan apakah seseorang layak menjadi rekan kerja kita, menjadi pemimpin kita, dsb. misalnya kita mungkin pernah ikut dalam pemilihan kepala desa, tentunya kita punya kreteria sebelum menentukan pilihan. ternyata demikian halnya didalam sebuah lembaga, untuk penentuan kenaikan Gaji, kenaikan Jabatan, pemberian penghargaan, lembaga akan menilai dari berbagai aspek, baik aspek pribadi maupun aspek profesional. apapun yang kita lakukan akan akan menjadi buah untuk diri kita. semua yang ada diluar diri kita adalah cermin untuk kita, ia memantulkan bahkan gerakan sekecil apapun yang kita lakukan, jika kita menjulurkan lidah kita, maka itu yang akan kita lihat dihadapan kita, jika kita mencaci, maka itu yang akan kita dengar, jika kita memuji maka pujianlah yang kita dengar, jika kita menghargai, maka penghargaanlah yang akan kita terima.
**************
Jika kita mengharapkan yang terbaik, maka lakukan hal-hal yang terbaik pula.

Agustus 13, 2008

Mengucap Syukur

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu.
Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang,kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya.Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya,"Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?"

Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis
sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."

* * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah.Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.


Hidup adalah anugerah
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang
membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh - Ingatlah akan sesorang
yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak
ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di
wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada
di dunia ini.


Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu, dengan penuh rasa syukur dan Iklas.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN
TERULANG LAGI!

________________________________________________________________________

Juni 01, 2008

Kejujuran

Gambar disebelah kita ibaratkan tissue putih yang bersih tanpa noda, yang setiap orang ingin menggunakannya untuk berbagai keperluan. banyak orang begitu membanggakan tissue itu, karena selain putih tissue itu juga harum.


Gambar Sebelah adalah gambar tissue, sama halnya seperti tissue diatas, hanya tissue ini ada noda atau kotoran ditengahnya, dimana kotoran ini kotoran tinta atau noda tinta.Lalu Pertanyaannya adalah, apakah tissue itu masih bisa digunakan? Jawabanya, tentu saja masih bisa digunakan, kita hanya cukup melipat tissue itu, maka noda itu tidak akan kelihatan, karena kotoran itu lebih kecil atau sedikit dari tissue bersih yang tersisa.

Sekarang coba kita imajinasikan, seandainya kotoran kecil diatas tadi adalah TELEK LINCUNG (kata orang jawa) atau TAI BELEK (kata orang bali) atau TAHI AYAM, pertanyaannya lalu "apakah anda masih mau menggunakannya tissue itu?",
Kalau saya sih pasti gak mau, karena selain jijik juga bau sekaliii............

Dalam perjalanan hidup kita, dari kecil hingga dewasa, dari lajang hingga menikah, dari anak-anak hingga menjadi orang tua, dari belum berkerja hingga berkerja, pastilah dalam perjalanan itu kita berproses dan dalam kita berproses sudah pasti kita akan melakukan hal-hal yang benar juga hal-hal yang salah, sama halnya tissu putih diatas, akan mulai ada noda-noda kecil, selama kita berfokus pada hal-hal yang benar atau positif, maka kita pasti akan berkembang, entah itu lambat atau pun cepat.
yang terpenting adalah, dari sekian banyak noda yang ada, jangan sampai terkena noda Tahi ayam tadi (ketidak Kejujuran).
Ya.... Kita ibaratkan Tahi Ayam tadi sama dengan ketidak jujuran, maka pasti kita sudah bisa bayangkan, bahwa tidak ada orang yang mau menggunakanya........ begitu orang tahu, maka akan langsung membuangnya. kita bisa saja menyembunyikan kotoran itu dengan cara melipatnya, tapi yang namanya kotoran ayam pasti bau lah..., demikian halnya dengan ketidak jujuran, kita bisa saja menyembunyikan karena orang lain belum tahu, atau karena kita memang pintar menyembunyikannya, tapi yakinlah lambat laun pasti akan ketahuan, dan TAMAT lah riwayat kita, karena tidak ada seorang pun yang mau menggunakan tissue yang ada tahi ayamnya..... ya to........? ya iya lah, masak ya iya dech....
Kenapa orang begitu membenci Telek Lincung...? karena telek lincung bukan hanya membuat bau pada tempat yang ditempeli, tapi telek lincung membuat sekelilingnya juga menjadi bau, demikian halnya dengan ketidak jujuran bukan hanya merugikan temannya tapi akan meluas dia akan merugikan sekelilingnya. ketidak jujuran adalah bau busuk yang akan membuat hidup kita tidak nyaman, tidak akan pernah tenang, maka sepahit apapun itu, maka tetap lebih baik kita berlaku JUJUR dimanapun, kepada siapa pun.

______________

Mei 17, 2008

Sumpit Cina


Pada suatu kesempatan, Pagi yang cerah, seorang teman lama main kerumah, beliau seorang yang tergolong memiliki prinsif hidup yang kuat, maklum beliau berlatar belakang pendidik. Dalam perjalanan hidup Beliau yang penuh dengan lika-liku dan perjuangan demi satu pembuktian bahwa setiap manusia berhak dan bisa menjadi yang terbaik asalkan mereka mau berusaha.
Seperti anak muda pada umumnya, Beliau tidak luput dari cerita kenakalan, urak-urakan, suka berkelahi, namun beliau seorang yang analitik. hingga beliau masuk bangku kuliah beliau disadarkan pada satu kenyataan bahwa yang menjadi juara kelas adalah seorang wanita, beliau merasa malu sekali, selama ini menganggap diri jagoan, pintar, tapi kenyataannya kalah oleh seorang wanita, akhirnya saat itu juga beliau memutuskan bahwa semester depan Beliau harus jadi juara. Mulai saat itu beliau berusaha keras, menata diri, tekun belajar, hingga pada semester berikutnya Beliau benar-benar bisa meraih Juara 1.
Hingga memasuki dunia baru yaitu dunia rumah tangga, beliau menjadi instruktur komputer di beberapa LPK dan instruktur panggilan, setiap hari beliau bisa mengantongi Rp. 30.000 dari hasil mengajar, hasil yang cukup besar pada saat itu tahun 80an, karena kesibukan kerja demikian juga istri, maka setiap hari mereka tidak sempat masak dan akhirnya jajan setiap hari. merasa mudah mendapatkan uang, maka beliau kurang perhitungan dalam membelanjakan uangnya, beli ini, beli itu, hingga akhir bulan hasilnya 0 (Nol). hal ini berlangsung beberapa tahun, hingga pada suatu saat merenung, kenapa kehidupan saya hanya jalan ditempat padahal saya punya hasil yang lumayan.
Suatu saat beliau sharing dengan beberapa teman atas kondisi beliau, seorang teman mengatakan begini "Pak Lihatlah orang cina, Orang cina makannya pakai sumpit" artinya apa? Orang cina kalau pendapatanya 5, maka 2 untuk dimakan sementara yang 3 ditabung. Bedahalnya dengan kita, "Kita makannya pakai tangan", artinya, Kita kalau dapat penghasilan 5, langsung dimakan semua.
Kita sering terpola seperti itu, dapat penghasilan lebih, langsung ganti HP, Ganti Motor, Ganti Mobil, Beli TV Baru, beli Kulkas, Jalan-jalan dan lain sebagainya, sehingga berapapun penghasilan kita, kita tidak akan pernah merasa cukup, kalau sudah begitu maka sulit sekali membesarkan otot syukur. kehidupan ini menjadi berat karena keluhan akan mendominasi hidup kita. kalau kita sadari bukankah bahagia atau sengsara itu adalah pilihan. kita menjadi sengsara jika kita mengijinkannya.

Fokus



Kejadian 1.
Bila suatu ketika kita mengendarai mobil disuatu jalan raya dengan santai, karena tidak ada sesuatu yang kita kejar. Tiba-tiba dari samping terdengar suara dubrak........, ternyata ada yang menyerempet mobil anda, pertanyaanya, apa yang akan anda lakukan? mungkin yang pertama pastilah kaget, lalu mengejar penyerempet, kalau sudah dapat, lalu marah-marahi, mencaci maki, kalau orangnya ngeyel kasi bonus tonjok.

Kejadian 2.
Sama halnya dengan kejadian 1, hanya bedanya kita sedang mengendarai mobil dengan serius, lalu ada yang menyerempet mobil anda, spionnya patah, tapi kali ini disebelah kita ada istri kita yang sedang mengerang kesakitan karena mau melahirkan, air ketubannya sudah pecah, sehingga kita harus segera sampai dirumah sakit, pertanyaan yang sama, menurut anda "Apa yang akan anda lakukan"? apakah anda akan mengejar penyerempet, memarahi, memaki bahkan menonjok? atau anda tidak perduli, terus melaju menuju rumah sakit?

Menurut saya :
Saya akan terus melaju menuju rumah sakit, selama mesin mobilnya masih bisa jalan, karena apa? karena saya punya fokus yang lebih penting, yaitu menyelamatkan anak dan istri saya.

Dalam hidup kita harus punya tujuan yang jelas, tau kemana kita harus melangkah, dan fokus pada tujuan utama. dalam perjalanan menuju impian akan ada banyak rintangan, dari rintangan kecil sampai rintangan besar, jika kita fokus pada tujuan, maka jangan sampai rintangan itu mampu membelokkan anda dari tujuan semula, tetap fokus pada pada tujuan besar meski banyak godaan, banyak cemoohan, banyak senggolan disana-sini, selama mesin mobil kita masih bisa berjalan, maka teruslah berjalan karena anak, istri dan orang-orang yang kita cintai lebih membutuhkan kita ketimbang kita mengurus hal-hal yang tidak penting ..........

Punya impian besar namun belum punya kendaraanya...? mari belajar bersama....

Belajar Dari Pengamen


Pada suatu Jumat sore, ketika saya baru saja pulang dari mengantarkan anak Les, saya melihat kerumunan beberapa orang yang sedang menikmati lagu-lagu dari sekelompok pengamen yang dengan riang menyayikan lagu-lagu dangdut tempo dulu, karena kebetulan sebelah rumah saya, saya akhirnya ikut menikmati sambil ngobrol-ngobrol dengan beberapa teman, selang 10 menit berlalu, lagu-lagu itu pun berhenti, saya langsung melongo untuk melihat, ternyata para pengamen telah selesai dengan lagu-lagunya. ketika mereka akan pergi meninggalkan tempat itu, selang 50 meter, mereka kembali lagi karena ternyata dipanggil oleh tetangga yang lain, singkat cerita setelah selesai, kelompok pengamen ini akhirnya mampir juga ketempat kami, lalu mulailaih mereka menyanyi di iringi Kendang, Gitar Listrik (menggunakan batrai kering), Keyboard, kami (saya, istri, mbak, dan beberapa karyawan) menikmati lagu-lagu yang dinyanyikan kelompok pengamen itu, suaranya cukup bagus, setelah hampir menyelesaikan satu lagu, saya lalu menyiapkan uang lima ribuan,(karena saya merasa sangat terhibur dan penampilanya santun) dan menyerahkan ke salah satu anggota pengamen itu dengan senyuman dan ucapan terimakasih Ia menerima uang itu, saya langsung masuk karena saya pikir pasti setelah itu mereka langsung pergi, tapi ternyata tidak, mareka menambah beberapa kali Reff, lalu saya pikir ahh.. paling setelah reff ini. setelah menyelesaikan satu lagu ternyata mereka menyanyikan lagu berikutnya dengan semangat yang sama seperti halnya lagu pertama, Lagu Pertama, Kedua, Ketiga, Ke empat, ke Lima........, Ya TUHAN, mestinya mereka sudah bisa pergi dari tadi, ngapain mereka buang-buang waktu? padahal mereka kan sudah saya kasi lima ribu? mestinya kalau mereka pergi dari semenjak saya kasi uang tadi mereka sudah dapat tambahan ditempat lain, tapi ngapain mereka terus bernyanyi sampai 5 Lagu?
Saya sering bilang ke teman-teman karyawan, tugas kita melakukan perkerjaan kita dengan semaksimal mungkin, sementara tugas pemimpin kita adalah memikirkan kesejahteraan kita. sama halnya dengan apa yang dilakukan kelompok pengamen itu, dia hanya melakukan tugasnya yaitu bernyanyi dengan sebaik mungkin, masalah akan dikasi atau tidak atau mau dikasi berapa itu adalah tugas orang lain dimana dia mengamen. demi menyaksikan pemandangan itu, spontan saya katakan ke teman-teman bahwa inilah salah satu penerapan quantum iklas (Berkerja dengan Iklas dan menerima hasilnya dengan iklas). Awalnya mereka bernyanyi dengan maksimal tanpa mengharapkan berapa yang mereka terima, setelah mereka menerima mereka juga menerima dengan penuh rasa syukur dengan cara tidak mengurangi hak orang lain untuk menikmati lagu-lagu yang mereka nyanyikan. karena hawa positif yang mereka bawa, maka sambutan positif juga yang mereka terima, rata-rata orang sinis terhadap pengamen, menyusahkan saja..... bikin pusing mencari recehan...., namun kelompok pengamen ini membuat saya terhibur, dan saya lihat tetangga-tetanga saya juga tersenyum puas.
Anda mungkin sering merasakan jengkel, sebel dan dongkol bila ada orang yang membantu anda namun dia meminta upah terlebih menyebutkan nilainya, karena sebenarnya secara manusiawi anda pasti telah menyiapkan yang mungkin nilainya lebih besar dari yang sekedar ia minta, kenapa? Karena pada dasarnya setiap orang memiliki rasa welas asih, rasa kemanusiaan, sepertihalnya apa yang disampaikan oleh andri wongso dalam audio booknya " kita adalah manusia spiritual yang sedang mendiami bumi".
banyak karyawan yang terjebak pada satu sikap Menuntut, menunggu hasil besar baru kerja maksimal, padahal disatu sisi kita tahu, kebanyakan orang tidak senang dituntut, sementara pemilik perusahaan tentunya juga melihat kinerja karyawan tersebut karena bagaimanapun juga kita dibayar dari apa yang kita hasilkan bersama.
Seperti apa yang disampaikan Erbe Sentanu dalam Bukunya Quantum Iklas, Lakukankanlah sesuatu dengan iklas dan terimalah hasilnya dengan Iklas, niscaya kita akan hidup bahagia, karena kebahagiaan yang hakiki ketika kita bisa menikmati apa yang ada dengan penuh rasa syukur.

Salam ............

Jangan Sekali-kali Berpikir Tentang Kegagalan

Jangan Sekali-kali Berpikir Tentang Kegagalan
oleh: Warren Bennis dan Burt Nanus

Mereka yang berada di jalan-jalan keberhasilan selalu memandang ke depan, bukan ke belakang.

Ray Mayer, seorang pelatih bola basket universitas de Paul telah berhasil memimpin regunya mengalami kekalahan setelah meraih 29 kemenangan, saya menyakan perasaan-perasaannya sehubungan dengan kekalahan tersebut. Jawabnya: "Luar biasa. Kini kami dapat lebih berkonsentrasi pada kemenangan daripada berusaha agar tidak mengalami kekalahan."
Bagi banyak orang, kata "gagal" menyiratkan suatu makna titik akhir. Lain halnya bagi para pemimpin yang berhasil, kegagalan justru merupakan titik awal dan batu loncatan menuju usaha-usaha yang diperbarui. Para pemimpin besar tidak akan terpancing pada kegagalan-kegagalan.
Hal ini menjadi jelas bagi kita mewawancarai para pemimpin yang dikenal sukses serta mengkaji kehidupan dari 90 orang pria dan wanita yang berhasil, para pemimpin perusahaan, senator, pelatih olahraga, dan lain-lain. Hasil wawancara tersebut kami jadikan sebagai bahan penulisan buku tentang kepemimpinan. Orang yang sukses tersebut tidak pernah menggunakan kata-kata yang bersinonim dengan kegagalan seperti "kesalahan". "awal yang salah" dan "kemerosotan."
Salah seorang di antara mereka mengatakan kepada saya: "Bila saya memiliki bentuk seni kepemimpinan, bentuk seni tersebut adalah membuat kesalahan sebanyak mungkin dan secepat mungkin, agar saya dapat belajar. Banyak pimpinan yang mengenang sebuah kalimat-kalimat emas yang pernah diucapkan oleh Herry Truman yang terkenal; "Bila saya membuat suatu keputusan yang ceroboh, saya tidak akan terus bergumul dengan keputusan yang ceroboh tersebut, melainkan saya akan meninggalkan keputusan tersebut dan mulai membuat keputusan yang lain."
Fletcher Byron adalah seorang pensiunan direktur Koppers, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan dan penyediaan bahan bangunan. Ketika ditanya mengenai keputusan tersulit yang pernah dibuatnya, ia menanggapi pertanyaan tersebut dengan komentar: "Saya tidak pernah mengenal adanya keputusan yang sulit. Segala yang dapat saya lakukan adalah yang terbaik, yang mampu saya lakukan. Kekuatiran yang berlebihan hanya akan menghalangi pikiran yang jernih."
William Smithburg, pimpinan sebuah perusahaan terkenal Quaker Oats, bertanggung jawab atas dua "kesalahan"
yaitu pengambil-alihan sebuah perusahaan videogame yang kini telah ditutupnya, dan sebuah bisnis alat-ekstra/ perhiasan hewan peliharaan, yang dibelinya dan kemudian sekali lagi terpaksa ditutupnya, "SAya ingin agar Anda semua berani mengambil resiko karena tak ada seorangpun manajer senior yang bekerja di perusahaan ini yang belum pernah mengalami kegagalan, termasuk saya sendiri. Sama halnya dengan seseorang yang belajar bermain ski, Anda tidak akan pernah mencapai kemajuan bila Anda tidak pernah jatuh.
Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa para pemimpin yang saya wawancarai merasa bangga dengan kegagalan-kegagalan yang pernah mereka buat, namun yang pasti mereka yakin bahwa mereka dan para bawahan mereka dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang mereka buat. Beberapa tahun yang lalu seorang pimpinan yunior IBM yang dianggap sangat potensial membuat suatu kesalahan besar sehingga menyebabkan perusahaan tersebut mengalami kerugian beberapa juta dolar. Thomas J. Waston Sr, salah seorang pendiri IBM, memanggil pemimpin muda tersebut ke kantornya, dan begitu bertemu, pimpinan yunior tersebut langsung mengatakan, "Anda pasti menginginkan pengunduran diri saya, bukan?" Namun dengan tenang Waston menjawab, "Tidak, sama sekali tidak. Bukankan kita telah mengeluarkan biaya beberapa juta dolar untuk pendidikan Anda?"
Sikap lain yang dijumpai dari para pemimpin yang sukses adalah bahwa mereka sangat menghargai enerji-enerji yang telah mereka curahkan dalam mengerjakan suatu tugas. Dalam diri mereka kita juga menemukan suatu penggabungan antara kerja keras dan santai. Para pemimpin tersebut sangat menikmati pekerjaan yang mereka lakukan sehingga tak ada waktu untuk memikirkan rasa kuatir akan kegagalan.
Mereka meniti kepemimpinan secara tegar tanpa rasa takut