September 05, 2011

10 Hal yang perlu diketahui

10 Hal yang Tak Akan Tuhan Tanyakan Pada Hari Akhir⁠


Kiamat, hari yang sudah pasti akan ditentukanNya pada saat yang tak seorang manusiapun bisa meramalkannya. Tahukah engkau, saat hari itu tiba, apa yang akan Ia tanyakan padamu?
1. Tuhan tak bertanya jenis kendaraan apa yang kau gunakan, Dia akan bertanya berapa banyak orang yang kau berikan tumpangan.

2. Tuhan takkan bertanya berapa luas halaman rumahmu, Ia bertanya berapa banyak orang yg kau terima dirumahmu.

3. Tuhan tidak bertanya tentang pakaian yang kau simpan dilemari, Ia bertanya berapa banyak orang yg telah kau berikan pakaian.
4. Tuhan tidak bertanya berapa besar gajimu, Ia akan bertanya apakah engkau menjual hati nuranimu untuk memperolehnya.

5. Tuhan takkan bertanya apakah pekerjaanmu, Ia akan bertanya apakah engkau menjalankan pekerjaanmu dengan kemampuaan terbaik yg kau miliki.

6. Tuhan takkan bertanya berapa banyak teman yg kau miliki, Ia akan bertanya berapa banyak orang yg mengalami bahwa engkau adalah teman.

7. Tuhan takkan bertanya dengan tetangga seperti apa engkau tinggal, Ia akan bertanya bagaimana engkau memperlakukan tetanggamu.

8. Tuhan takkan bertanya mengenai warna kulitmu, Dia akan bertanya putihkah hatimu.

9. Tuhan takkan bertanya mengapa sekian lama engkau mencari keselamatan, Dia akan dengan penuh kasih membawa engkau ke rumah surgawi, dan bukannya ke gerbang neraka.

10. Tuhan tak perlu bertanya,kepada berapa banyak orang kau teruskan pesan ini, Dia telah mengetahui keputusanmu.

Salam
Made Sumiarta
(Prema Ananda | AKMI Baturaja)
YM. : made_mg
Pin BB. : 27B59965
mobile : 08156 80 3709
0819 3177 3299
0813 90 13 8484
Phone. : +62 274 558126
email. : madeprema@gmail.com
madeprema@yahoo.co.id
http://www.premaananda.co.cc
http://www.prema-ananda.co.cc
http://www.akmi-baturaja.ac.id
http://www.ogan.co.cc
http://www.hipmikindo.co.cc
http://www.iksjogja.co.cc
facebook : http://www.facebook/made.sumiarta

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Webblog recomended http://premaananda.wordpress.com

Agustus 30, 2011

Selamat Idulfitri

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Webblog recomended http://premaananda.wordpress.com

Juli 13, 2011

Renungan Kehidupan

Beberapa waktu yang lalu Saya melayat seorang sahabat yang meninggal dalam usia produktif (belum pensiun), sahabat yang begitu lekat wajah, gaya bahasa, bahasa tubuhnya dibenak Saya. Beliau memiliki serangkaian karya dan jabatan dalam instansi maupun diluar instansi namun beliau tetap rendah hati, bergaul dengan kami yang masih muda-muda ini tanpa halangan jabatan dan kehebatan yang melekat pada dirinya.
Setibanya dirumah Sahabat Saya tersebut tidak ada yang begitu istimewa, biasa-biasa saja layaknya suasana layatan ditempat-tempat lainnya yang pernah saya lihat, Sampai akhirnya Saya masuk ke tempat peti jenasah sahabat saya disemayamkan sementara. Tidak ada jeritan tangisan yang menyayat hati, namun Saya melihat wajah-wajah dengan mata lebam menahan air mata dan haru yang sangat mendalam, semua wajah tertunduk seperti menahan rasa yang sulit diungkapkan, rasa kehilangan yang sangat mendalam, Saya mengamati hampir seluruh pelayat yang kebetulan Saat itu ikut menerima (among tamu) pelayat, beberapa orang setelah keluar dari ruang jenasah langsung menghampiri Saya dan dengan akrab bercertia kenangan Beliau dengan Sahabat Saya tersebut.
Sampai pada rangkaian acara pelepasan jenasah yang akan diberangkatkan ke daerah kelahirannya yang dilepas dengan kata sambutan dari beberapa perwakilan. Dari unsur keluarga, perangkat desa dan instansi tempat beliau berkerja.
Yang. Salah satu kata sambutan/pelepasan yang disampaikan oleh pimpinan instansi tempat beliau bekerja yang membuat saya tidak mampu membendung air mata haru, setelah membacakan riwayat pekerjaan, jenjang karir dan jabatan yang pernah diemban, dengan terbata-bata karena menangis Sang Pimpinan menyampaikan kesan-kesan beliau "Saudara-Saudara, perlu Saya sampaikan, Bahwa Beliau Almarhum adalah salah seorang pemimpin sekaligus karyawan di instansi kami yang memiliki dedikasi yang tinggi, Jujur, loyal dan memiliki banyak ide-ide yang membangun serta iklas melayani, kami semua sangat kehilangan figur Beliau" Apa yang disampaikan Sang pemimpin ini bukan kata-kata penghibur atau pujian terakhir semata, karena saya melihat seluruh pelayat dari instansi tersebut tidak mampu tersenyum, Saya melihat wajah-wajah yang begitu kehilangan.
Dari cerita yang Saya dapat dari rekan-rekan yang lain bahwa instansi tersebut sudah ikut menjaga saat Beliau pertama kali masuk rumah sakit dan bahkan dengan sigap segera menyelesaikan seluruh pembayaran biaya-biaya rumah sakit, menyediakan ambulance, menyediakan mobil yang akan ikut mengiring, menyediakan semua keperluan dalam perjalanan jenasah Beliau yang membutuhkan waktu 20 Jam an dalam perjalanan termasuk mengirim perwakilan untuk turut mengiring. Luar biasa, saya membayangkan Pastilah Beliau sangat dicintai di instansi tersebut. Belum lagi dari warga sekitar dan organisasi-organisasi sosial yang Beliau ikuti berkerja otomatis tanpa komando.

Dalam keharuan Saya melihat situasi itu Saya lalu berpikir, Seandainya suatu saat tiba waktunya Saya dipanggil-NYA Apa yang akan orang kenang tentang Saya?, lalu mulailah muncul bayangan-bayangan prilaku Saya selama ini (pernah marahi si A, si B, dst), ada enggak sih kenangan baik yang dapat dikenang, diceritakan tentang Saya?.
Dari sini Saya belajar bahwa kehidupan bukan semata Uang dan keuntungan materi. Saat-saat seperti inilah menjadi penilaian apakah selama ini kita cukup baik, cukup bermanfaat untuk orang lain, cukup dihargai, cukup dibutuhkan, cukup dicintai.

Bahwa apapun yang kita lakukan, kita melakukanya untuk diri kita sendiri, kita tidak pernah melakukanya untuk orang lain. Untuk nama baik kita, untuk membuat catatan sejarah, membuat kenangan, untuk amalan baik kita, sehingga kita bisa menyandang predikat Orang tua yang baik, anak yang baik dan berbakti, suami/istri yang baik, pemimpin yang baik, karyawan yang baik, sahabat yang baik, hamba-NYA yang baik dan berbagai predikat-predikat baik yang lainnya, maka apapun yang kita lakukan, lakukanlah yang terbaik dengan kemampuan terbaik yang kita punya.

Semoga dapat menginsfirasi
Salam

Made Sumiarta

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Webblog recomended http://premaananda.wordpress.com

Maret 16, 2011

12 Kata Jangan yang Positif

12 kata "Jangan" yg perlu dihindari :

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan...

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, †âÞi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

" Apa yang kamu tanam itulah yg akan kamu tuai "


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Januari 30, 2011

Budaya vs Keuangan

Pada suatu hari Saya. berkesempatan ngobrol dengan seorang sahabat prihal keuangan pribadi dan Rumahtangga yang mengatakan kebutuhan hidup seolah tidak ada habisnya untuk dipenuhi, ditambah tidak adanya sisa dana yang bisa dialokasikan sebagai tabungan ataupun investasi. Lalu iseng-iseng kami berhitung dengan perumpamaan menggunakan gaji UMR Rp. 1.500.000, punya 2 anak dan 1 istri. Kami kaitkan dengan budaya yang dibangun. Bulan 1, merayakan tahun baru menghabiskan separo gaji, Bulan ke-2 anak pertama Ulang tahun "Pa...Ulang tahun ku kan Setahun sekali dirayakan yg meriah ya Pa? Ya lah" kata Papanyan anggaranya 500.000 ya, 500.000 untuk Ultha dan 1.000.000 untuk biaya hidup. Bulan ke-3, anak kedua yg Ultha dengan anggaran yg sama, Bulan ke-4 Mamanya, Bulan ke-5 Papanya. Berarti sampai dengan bulan ke-5 belum bisa menabung, Bulan ke-6 Liburan Sekolah, Bulan ke-8 masuk sekolah beli peralatan sekolah, seragam baru, Bulan ke-9 bulan puasa, Bulan ke-10 lebaran, bulan 11 bayar kontrakan, Bulan ke-12 Liburan natal dan akhir tahun. Lalu bulan apa atau bulan keberapa bisa menabung? Padahal pada prakteknya biaya-biaya diatas pasti ada yang kurang. Diperparah lagi jika kita memiliki sifat konsumtif

Banyak orang tidak menyadari hal ini, mereka hanya mengeluh gak bisa nabung, mereka tidak menyadari sedang berada pada lingkaran masalah yang sama dan hanya berbeda definisi. Apakah anda sedang berada pada masalah ini? Apa rencana anda setelah mengetahui hal tersebut?. Apakah akan meningkatkan penghasilan? Atau menekan pengeluaran? Kalau saran saya, lakukan apa yang bisa Anda lakukan sekarang, sebelum mencapai hal ideal yang Anda inginkan.

Salam
Made Sumiarta, SE


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

September 22, 2010

Cara mudah memahami definisi Marketing

ISTILAH DALAM DUNIA MARKETING

Sejumlah mahasiswa bertanya pada dosennya. Agar lebih mudah dipahami ia menjelaskannya dengan sejumlah analogi:

1. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, "Saya orang kaya. Nikah sama saya yuk!" Itu namanya Direct Marketing.

2. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Salah satu temanmu menghampirinya. Sambil menunjuk ke arah kamu, temanmu itu berkata, "Dia orang kaya, nikah sama dia, ya!" Itu namanya Advertising.

3. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, lalu minta nomor HP. Esok harinya kamu telepon dia dan langsung bilang, "Saya orang kaya. Nikah sama saya yuk!" Itu namanya Telemarketing.

4. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu merapikan diri, lalu menuangkan minuman buat dia, dan membukakan pintu buat dia. Sambil mengantarnya pulang, kamu bilang, "By the way, saya orang kaya nih. Nikah sama saya yuk!" Itu namanya Public Relations.

5. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Dia menghampiri kamu dan berkata, "Kamu orang kaya,kan? Nikah sama saya, yuk!' Itu namanya Brand Recognition.

6. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, "Saya orang kaya. Nikah sama saya yuk!", tapi dia malah menampar kamu. Itu namanya Customer Feedback.

7. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, "Saya orang kaya. Nikah sama saya yuk!", terus dia memperkenalkan kamu ke suaminya. Itu namanya Demand and Supply Gap.

8. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, tapi belum juga kamu sempat bilang apa-apa, ada pria lain datang dan langsung berkata, "Saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk!' Lalu sang gadis pergi dengan pria tersebut. Itu namanya Losing Market Share.

9. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, tapi belum juga kamu sempat bilang,"Saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk!'.... tiba-tiba istri kamu nongol! Itu namanya Barrier to new market entry :D :D :D
(Sumber : Broadcast Groups BB)


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

September 09, 2010

Strategi Perang Sun Zi

Pertama-tama saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan "Selamat merayakan kemenangan, setelah 1 bulan penuh memerangi ke-AKU-an, melatih kepekaan, meningkatkan Iman dan kesadaran diri menuju pribadi yang lebih tinggi, Semoga setelah mengikuti workshop kehidupan ini, hikmahnya dapat teraplikasi dalam kehidupan ". Segala salah dan hilaf atas perbuatan, perkataan, dan pikiran mohon dimaafkan.

Rekan-rekan sekalian, Sinergi telah memberikan wujud nyata pada hasil. Rendah hatinya para pemimpin kita telah mengangkat semangat juang team, kita patut berbahagia telah dipilihkan pemimpin yang terus mengembangkan diri sehingga telah memberikan wujud nyata dalam kehidupan kita masing-masing.
Lingkaran-lingkaran besar yang dibangun dari lingkaran-lingkaran kecil yang berada pada satu poros akan menghasilkan lingkaran besar yang sangat kuat karena didorong oleh lapisan-lapisan lingkaran yang lebih kecil sehingga tidak mudah untuk dihancurkan/digembosi karena dilindungi oleh lapisan luar/terbesar yang amat sangat kokoh yang menaungi sampai lapisan terdalamnya.

Lapisan-lapisan bagian dalam adalah kita pemimpin-pemimpin bagian/bidang sementara lapisan terluar/terbesar adalah lembaga dan top leader. Sebagai lapisan dalam, maka kita memiliki peran penting untuk memperkuat lapisan terluar/terbesar agar lapisan terluar/terbesar mampu/kuat melindungi sampai lapisan terdalam, tentunya masing-masing kita harus memahami hakekat fungsi dan peran masing-masing.

Dalam buku Pesan Rahasia Sun Zi "Strategi perang Sun Zi" salah satu bagiannya menyebutkan "Tanggung jawab terbesar seorang Jendral adalah mempelajari dan memeriksa sifat dataran secara menyeluruh" yang dapat diinterfrestasikan "Tanggungjawab terbesar kita adalah mempelajari dan memahami lingkungan kerja kita dan memeriksa syarat-syarat kesuksesan masing-masing bidang yang menjadi tanggungjawab kita"

Rekan-rekan sekalian, apapun jabatan, bidang, tugas dan tanggungjawab kita, saya rasa kita bisa sepakati bahwa targetnya adalah SUKSES menyelesaikan apa yang menjadi tanggungjawab bidang tsb, dan sebagai insan yang beriman tentu target keberadaan kita pada bidang tersebut akan mampu meningkatkan potensi terbaik bidang tersebut sebagaimana fitrah kita untuk memberikan nilai tambah dimanapun kita berada untuk menjadi golongan orang-orang yang beruntung.

Mari kita rumuskan apa saja yang menjadi tanggungjawab kita, rumuskan apa saja indikator keberhasilannya lalu berusahalah untuk mencapainya bahkan melampauinya.

Kita tidak akan pernah menjadi lingkaran yang lebih besar atau masuk pada lingkaran yang lebih besar, jika kita tidak berusaha menjadi/memberi yang terbaik pada lingkaran dimana kita berada saat ini. Sukses besar dibangun dari sukses kecil yang telah menjadi habbit

Salam
Made Sumiarta
Prema Ananda | AKMI Baturaja
http://premaananda.co.cc
http://blog.akmi-baturaja.ac.id/made

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT